Jumat, 22 Februari 2013

Beribadah sesuai dengan kehendak Allah



 tulisan yg lalu telah kita bicarakan tentang kebenaran ibadah menurut dasar Quran dan Hadist, dan bahayanya serta resiko beribadah menurut dasar selain Al-Quran dan Al -hadist , lebih jelas lagi tentang bahaya bid’ah dalam Islam kita sebagai umat islam harus memahami dari pengertian bid’ah yang sebenarnya.

beribadah sesuai kehendak AllahBid’ah adalah bentuk/ tata cara / peraktek ibadah yg tidak ada dalilnya dari Quran dan Hadist.
Dalam urusan ibadah, sedikitpun kita tidak berhaq dan tidak diperbolehkan untuk mengatur, merubah atau menambah dan mengurangi . Apa yg telah dikerjakan dan dicontohkan oleh nabi, kita harus mengerjakan sesuai dengan petunjuk  ada Seperti contoh dalam masalah sholat nabi bersabda :
صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي = sholatlah kamu seperti apa yg kamu lihat bagaimana aku (nabi) mengerjakannya.
Disini nabi didalam mengerjakan sholat langsung dengan membaca takbir dan diakhiri dengan salam, nabi tidak pernah mengerjakan atau mengajarkan cara sholat dengan melafadkan niat, jika itu dikerjakan itulah yang dinamakan bid’ah.
Dengan demikian kita sebagai umat islam yg telah menyadari akan hakekat hidup kita untuk beribadah kepada Alloh dan agar ibadah yg kita kerjakan ini tidak sia-sia maka kita harus betul-betul memahami dan bisa membedakan mana perbuatan sunah dan mana perbuatan bid’ah, sebab semua bid’ah dan semua ibadah yg dicampuri bid’ah pasti ditolak oleh Alloh berdasarkan sabda nabi:
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ قَالَ
َالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَبَى اللَّهُ أَنْ يَقْبَلَ عَمَلَ صَاحِبِ بِدْعَةٍ حَتَّى يَدَعَ بِدْعَتَهُ 
(رواه ابن ماجه عن عبدالله)

Sabtu, 16 Februari 2013

Nasihat


Anak, Amanah Atas Kedua Orang Tua
Prof.Dr.Musliat, Prof.Dr.Ki Supriyoko Taman Siswa, KH. Mahrus Amin
Tak dapat disangkal, bahwa semua itu karena minimnya pendidikan agama sedari dini, sejak manusia dalam kandungan. Sejak kecil harusnya seorang anak tidak dibiarkan berkeliaran di luar kontrol orang tuanya. Orang tua terkadang sibuk mencari nafkah, dengan dalih demi kelangsungan hidup keluarga. Mereka lupa, hakekatnya pendidikan akhlak dan kasih sayang kepada anak adalah lebih penting dari sekadar menimbun uang.
ANAK, AMANAH ATAS KEDUA ORANG TUA
 Kita tak perlu heran terhadap mereka yang telah menyia-nyiakan perintah Allah di dalam hak anak dan keluarga mereka. Seandainya api dunia mengenai anaknya atau nyaris menyentuhnya, pasti ia akan berjuang sekuat tenaga untuk menghindarkan anaknya dari api tersebut, dan buru-buru pergi ke dokter untuk segera mengobati luka-lukanya. Adapun api akhirat, maka ia tidak mau mencoba untuk membebaskan anak-anak dan keluarganya darinya. Wallahu al Musta’an.
Padahal Allah ‘Azza Wajalla telah berfirman, artinya: “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim: 6).
Seorang ayah adalah penanggung jawab pertama, lantaran ia sebagai pemimpin dalam rumah tangganya, maka ia akan ditanya oleh Allah ‘Azza Wajalla tentang rumah tangganya. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda,

Jumat, 15 Februari 2013

Tentang Hari Valentin


Pandangan Ulama tentang Valentine's Day
 
        Februari, adalah bulan yang oleh kebanyakan kaum muda selalu dinantikan. Valentine's Day, hari dimana kebanyakan kaum muda merayakannya dengan berbagai macam cara dan acara. Banyak pendapat mewarnai peringatan hari kasih sayang atau Valentine's Day yang biasa dirayakan setiap tanggal 14 Februari. Kontroversi muncul karena tak jarang perayaan hari kasih sayang tersebut identik dengan pesta pora hingga larut malam, bahkan tidak jarang yang menyalah gunakannya dengan pesta seks.
Pendapat para Ulama
Menyikap hal tersebut, Ustadz Haji Trigunawan Hadi, salah satu pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) ketika diminta pendapatnya mengenai Valentine's Day, kepada IRNews menuturkan, perayaan hari Vaelntine tidak sesuai dengan kultur  Indonesia. Terlebih dalam Islam, Valentine's Day cenderung lebih melegalkan pada  kebebasan pergaulan dan melupakan norma-norma yang ada dimasyarakat.

Sabtu, 09 Februari 2013

Sudahkah Bersyukur Hari Ini??


Sudahkah Bersyukur Hari Ini??

 sudahkah kita bersyukur hari ini??

Alhamdulillah, beberapa jam yang lalu, pesawat yang saya tumpangi mendarat dengan mulus di landasan pacu Bandara Sultan Thaha (Suha). Tak ada guncangan. Padahal, ketika menjejakkan kaki  ke tangga, turun dari pesawat di sambut rintik – rintik hujan. Payung pun tak urung dikenakan.

Alhamdulillah, di dalam pesawat itu, di lajur sebelah, tepatnya seberang bangku saya, seorang penumpang terus-menerus menghitung tasbih melingkari jarinya. Khusyu’ berdzikir. Adem mata ini memandangnya. Walau banyak pemandangan lain, rasanya magnet itu begitu sayang untuk dilewatkan. Menambah ingat Allah akan nikmatNya.

Alhamdulillah juga, di dalam perjalanan atas itu,  tak kuasa kedua mata ini terpejam menahan penat jiwa. Anugerah yang tak tertahankan, dimana banyak juga penumpang lain terkulai menahan sebagian derita perjalanan ini: capek dan kantuk.